Karena saya kuliah di jurusan ILMU KOMUNIKASI, maka saya mau bagi-bagi sedikit ilmu nih tentang apa yang sudah saya pelajari di jurusan ini :3 yuk diintip :D
Enganging in Nonverbal Communication
Komunikasi nonverbal merupakan semua aspek dalam komunikasi selain kata-kata.
Prinsip-prinsip Komunikasi Nonverbal
1. Komunikasi nonverbal adalah ambigu. Kadang apa yang kita maksudkan dengan sikap nonverbal kurang dimengerti oleh orang lain, begitupun sebaliknya.
o Salah satu penyebabnya adalah perubahan zaman. Contoh: lambaian tangan dan kedipan mata.
o Komunikasi nonverbal merefleksikan perbedaan identitas organisasi. Misalnya, koki memakai seragam koki, dan teknisi otomotif menggunakan pakaian overall.
o Komunikasi nonverbal juga memiliki aturan untuk mengurangi ambiguitas, yaitu:
§ Aturan konstitutif, yaitu memberitahu kita perilaku apa yang harus dihitung.
§ Aturan regulatif, yaitu kapan dan dimana perilaku tertentu sesuai atau tidak sesuai dilakukan.
o Contoh: meletakkan telunjuk di depan mulut untuk menyuruh teman kita diam saat sedang seminar tetapi tidak mungkin kita seperti itu kepada orang yang lebih tua. Juga berpakaian rapi dan sopan saat akan mengikuti kuliah, tidak memakai pakaian yang minim.
2. Perilaku nonverbal berinteraksi dengan komunikasi verbal
o Pertama, perilaku nonverbal bisa mengulangi pesan-pesan verbal. Contoh, menggelengkan kepala saat berkata “tidak” dan mengacungkan jempol saat berkata “oke”.
o Kedua, perilaku nonverbal bisa menekankan komunikasi verbal, seperti menambah penekanan suara pada kata-kata tertentu.
o Ketiga, komunikasi nonverbal bisa melengkapi perkataan. Misalnya, menggarisbawahi sesuatu yang penting dalam sebuah tulisan.
o Keempat, perilaku nonverbal bisa berkontradiksi dengan pesan-pesan verbal. Contoh, berkata “aku tidak tahu” dengan nada yang agak tinggi.
3. Komunikasi nonverbal mengatur interaksi. Sikap nonverbal bisa menunjukkan kapan harus memulai atau mengakhiri komunikasi.
o Misalnya berdehem dan mengetuk meja saat berbicara ketika pendengarnya mulai gaduh.
4. Komunikasi nonverbal menetapkan arti tingkat-hubungan
o Tanggap. Kita memakai sikap nonverbal untuk menunjukkan ketertarikan dengan orang lain. Misalnya, kita menggandeng tangan seseorang saat berjalan bersama bila kita merasa nyaman dengannya, atau mendekat kepada orang yang akan bercerita tentang pengalamannya.
o Kesukaan. Sikap nonverbal adalah indikator kuat dari apakah kita memiliki perasaan positif atau negatif dengan orang lain. Contoh: kita mengerjap-ngerjapkan mata ketika bertemu dengan idola kita (senang) atau mengernyit (tidak suka).
o Kekuatan. Sikap nonverbal digunakan untuk menegaskan dominasi dan menegosiasikan statusnya. Selain itu, ruangan yang kita miliki dan sikap diam kita juga menunjukkan kekuatan.
5. Komunikasi nonverbal merefleksikan nilai-nilai budaya. Sikap-sikap nonverbal tertentu menunjukkan budaya apa yang dianut. Misalnya, muslimah di daerah Arab menggunakan cadar dan tidak mau bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.
Tipe-tipe Sikap Nonverbal
1. Kinetis (gerak tubuh). Contoh: berbicara dengan wajah yang sumringah.
2. Haptics (sentuhan). Contoh: berangkulan, mengacak-acak rambut.
3. Penampilan fisik. Contoh: orang dengan rambut diwarnai dan di-extension, menunjukkan bahwa orang ini sangat memperhatikan penampilannya.
4. Olfaktori (penciuman). Contoh: pengharum ruangan yang kita pilih agar memberikan efek menenangkan, menunjukkan kepribadian kita.
5. Artefak (objek pribadi). Contoh: wanita berjilbab, menunjukkan bahwa ia seorang muslim.
6. Proxemics dan ruang pribadi. Contoh: kamar pribadi yang tidak boleh dimasuki orang lain.
7. Faktor-faktor Lingkungan. Contoh: kamar tidur yang rapi.
8. Chronemics (bagaimana kita mengerti dan menggunakan waktu untuk mendefinisikan identitas dan interaksi). Contoh: bangun lebih pagi agar bisa berangkat kuliah lebih cepat.
9. Paralanguage (vokal tetapi bukan kata-kata sebenarnya). Contoh: berbisik saat menceritakan suatu hal yang sensitif.
10. Diam. Contoh: saat marah, lebih memilih diam.
Pedoman untuk Komunikasi Nonverbal yang Efektif
a) Monitorlah komunikasi nonverbal Anda. Monitorlah komunikasi nonverbal Anda untuk menunjukkan keterlibatan dan ketertarikan Anda dalam percakapan.
b) Tafsirkan komunikasi nonverbal orang lain dengan sementara.
· Kualifikasi pribadi. Gunakan I-languange, bukan You-language. Misalnya, ketika seseorang memakai parfum dengan aroma menyengat, jangan katakan “ih, parfummu kok baunya gitu sih?”, tetapi katakan “aku sendiri kurang begitu suka dengan aroma ini, aku lebih suka yang aromanya lembut.”..
· Kualifikasi kontekstual. Signifikansi dari komunikasi nonverbal tergantung konteksnya. Komunikasi nonverbal kita merefleksikan aturan-aturan yang kita anut. Misalnya, lebih nyaman berkumpul dengan teman-teman lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar