Nggak cuma karena udara jadi lebih adem dan menggoda untuk hibernasi waktu hujan turun, tetapi karena banyak momen berkesan dalam hidup gue itu terjadi di bawah hujan *tsaaah*
Dulu, pas zaman jahiliyah, eh maksud gue zaman SMA, gue suka banget kalo pulang sekolah pas hujan turun. Apalagi kalo kaca helm dibuka, air hujan yang menabrak wajah itu rasanya kayak pijat refleksi buat wajah kita gitu :3 nyahahahahaha
Tapi hujan memang menghadirkan berjuta makna. Tergantung gimana kita memandangnya. Bagi gue, hujan itu ngasi efek relaksasi dan kedamaian. Gue bisa istirahatin pikiran gue ketika hujan turun. Gue coba lepas semua beban yang ada di kepala gue, sambil mendengarkan melodi yang dihadirkan oleh rintik hujan dan aroma tanah yang dibasahinya *buset gue kesambet apaan bisa nulis kayak gini yak?*
Nggak cuma efek relaksasi, kadang hujan juga bisa ngebuat kita teringat akan momen di masa lalu. Gue, yang suka mencatat tanggal kejadian berharga dalam hidup di kepala gue, suka aja gitu memutar kembali memori-memori itu. Bagi gue, kalo pas kayak gitu itu, gue serasa nonton film yang diperanin gue dan orang-orang sekitar gue. 'Film' itu bisa bikin gue senyum, ketawa, sedih, bahkan nangis.
Kadang bisa juga sih waktu hujan gue malah do nothing, cuma leyeh-leyeh di tempat tidur sambil twitteran dan dengerin musik. Biasanya lengkap dengan pisang goreng dan teh panas, YUMMY!
Ngomong-ngomong soal teh nih, gue ngerasa punya alergi dengan minuman atau makanan yang mengandung kafein, termasuk teh. Apalagi kopi, jangan tanya deh. Kalo habis minum kopi atau makan sesuatu yang ada kopinya (permen rasa kopi sekalipun), pasti dah setelah itu kepala gue diserang sakit kepala hebat. Pokoknya nggak ngenakin banget deh. Gue suka ngerasa mati gaya aja kalo diajakin nongkrong teman gue di Du*kin Donu*s misalnya, teman gue pada ngopi, ehh gue mentok-mentok juga lemon tea doang. Padahal aroma kopiny itu menggoda banget. Aduuuh gimana ya cara ngilanginnya?
Malam ini nih juga, gara-gara gue nenggak 3 gelas es teh seharian ini, kepala gue itu kayak ditimpa sama buku sosiologi gue *eh*. Sakiiit banget. Tapi bandel yak, sakit kepala tapi masih bisa blogging :D
Aduh random banget yak yang gue omongin. Intinya gue suka hujan, itu aja sih :P
Yak, jadi mulai tanggal 10 November kemarin, mid term test dimulai *jeng-jeng-jeng* . Dimulai dengan ujian mata kuliah agama. Overall, gue sih lancar-lancar aja ngejawabnya. Tapi ngga tau deh, semoga dosen gue mata hatinya dibukain sama Allah biar nilai gue bagus *ngarep*.
Anyway, gue tuh ngerasa rada ribet ya nyiapin UTS ini. Maklum masih semester 1, jadi masih kaget kali ya. Bahan UTS gue itu minimal 5 chapter, dan text book-nya itu bahasa Inggris semua! Walaupun awalnya rada stres, tapi setelah dinikmati, gue bisa kok ngejalaninnya. Eh iya, back to the topic, jadi ya gue itu belajarnya membabi buta banget. Gue bikin summary kecil-kecilan, gue warna-warniin biar menarik, udah gitu gue rekam suara gue yang lagi menghafal bahan UTS itu! Pokoknya perjuangannya itu 'eerrggh' banget deh!
Nah, disini gue mau ngasi tips biar belajar pas UTS dan ujian-ujian lainnya itu enak dan gampang ingat. Ini tips murni dari hasil semedi gue tujuh hari tujuh malam loh *lebay*. Cekiprotttt!
Niat. Mau ngelakuin apapun kalo ngga ada niat yang tulus ya ngga bakal ada hasilnya dah. Jadi tanemin betul-betul di dalam hati kalo kita tuh pengen belajar, pengen dapat ilmu, dan pengen berhasil saat ujian nanti.
Belajar dengan gaya kita. Maksudnya, kalo kita lebih pewe belajar sambil dengerin musik, lakuin aja! Begitu juga kalo lebih enak belajar sambil koprol, sambil makan, dan sebagainya. Otak kiri (belajar) dan otak kanan (melakukan hobi) jadi imbang deh kerjanya!
Buat summary atau rangkuman kecil. Ini sangat membantu lho. Meskipun udah punya buku catatan yang dibuat waktu kuliah, tapi bikin ringkasan lagi bakalan ngebantu banget (kalo gue sih). Terus, ringkasan kalian itu dibuat di kertas yang kecil atau sedang biar mudah dibawa dan dibaca kapan pun. Kalo suka ngehias-hias ringkasannya juga bagus tuh, jadi lebih menarik ngebacanya dan pastinya lebih gampang ingat!
Atur jadwal belajar. Belajar yang terlalu diforsir, apalagi pake Sistem Kebut Semalam (SKS) ngga bakal banyak ngebantu. Usahakan beberapa minggu sebelum ujian, siapkan bahan-bahan ujian, terus pelajari sedikit demi sedikit, tapi rutin. Dan harus dilakukan dengan serius, jangan cuma ngebaca doang.
Review pelajaran yang udah kalian dapat dari kelas ketika udah nyampe di rumah. Buka-buka lagi apa yang udah dipelajari hari ini, terus simpen di otak. Insha Allah bakalan banyak ngebantu waktu menjelang ujian, karena kita hanya tinggal mengulang-ulang tanpa harus menghafal dari awal.
Bikin kelompok belajar! Rekrut teman-teman yang mumpuni di tiap mata pelajaran, dan ajak mereka belajar bersama. Dalam kelompok ini, kita bisa saling sharing dan tukar pikiran. Asal jangan kebanyakan ngobrolnya daripada belajarnya ya :3
Kalo udah maksimal, BERDOA. Minta kemudahan sama Allah, bukan minta nilai yang bagus. Terus, YAKIN dengan kemampuan sendiri. Insha Allah, Allah akan nerangin pikiran kita dan melapangkan hati kita pas ujian.
Gue rasa tips-tips diatas cukup yak. Itu udah mulai gue terapin untuk 6 mata kuliah yang belum diujikan ke depan. Gue optimis gue BISA. Pokoknya, tetap BERUSAHA, BELAJAR, DAN BERDOA. Semangat teman-teman!
Karena saya kuliah di jurusan ILMU KOMUNIKASI, maka saya mau bagi-bagi sedikit ilmu nih tentang apa yang sudah saya pelajari di jurusan ini :3 yuk diintip :D
Enganging in Nonverbal Communication
Komunikasi nonverbal merupakan semua aspek dalam komunikasi selain kata-kata.
Prinsip-prinsip Komunikasi Nonverbal
1.Komunikasi nonverbal adalah ambigu. Kadang apa yang kita maksudkan dengan sikap nonverbal kurang dimengerti oleh orang lain, begitupun sebaliknya.
oSalah satu penyebabnya adalah perubahan zaman. Contoh: lambaian tangan dan kedipan mata.
oKomunikasi nonverbal merefleksikan perbedaan identitas organisasi. Misalnya, koki memakai seragam koki, dan teknisi otomotif menggunakan pakaian overall.
oKomunikasi nonverbal juga memiliki aturan untuk mengurangi ambiguitas, yaitu:
§Aturan konstitutif, yaitu memberitahu kita perilaku apa yang harus dihitung.
§Aturan regulatif, yaitu kapan dan dimana perilaku tertentu sesuai atau tidak sesuai dilakukan.
oContoh: meletakkan telunjuk di depan mulut untuk menyuruh teman kita diam saat sedang seminar tetapi tidak mungkin kita seperti itu kepada orang yang lebih tua. Juga berpakaian rapi dan sopan saat akan mengikuti kuliah, tidak memakai pakaian yang minim.
2.Perilaku nonverbal berinteraksi dengan komunikasi verbal
oPertama, perilaku nonverbal bisa mengulangi pesan-pesan verbal. Contoh, menggelengkan kepala saat berkata “tidak” dan mengacungkan jempol saat berkata “oke”.
oKedua, perilaku nonverbal bisa menekankan komunikasi verbal, seperti menambah penekanan suara pada kata-kata tertentu.
oKetiga, komunikasi nonverbal bisa melengkapi perkataan. Misalnya, menggarisbawahi sesuatu yang penting dalam sebuah tulisan.
oKeempat, perilaku nonverbal bisa berkontradiksi dengan pesan-pesan verbal. Contoh, berkata “aku tidak tahu” dengan nada yang agak tinggi.
3.Komunikasi nonverbal mengatur interaksi. Sikap nonverbal bisa menunjukkan kapan harus memulai atau mengakhiri komunikasi.
oMisalnya berdehem dan mengetuk meja saat berbicara ketika pendengarnya mulai gaduh.
4.Komunikasi nonverbal menetapkan arti tingkat-hubungan
oTanggap. Kita memakai sikap nonverbal untuk menunjukkan ketertarikan dengan orang lain. Misalnya, kita menggandeng tangan seseorang saat berjalan bersama bila kita merasa nyaman dengannya, atau mendekat kepada orang yang akan bercerita tentang pengalamannya.
oKesukaan. Sikap nonverbal adalah indikator kuat dari apakah kita memiliki perasaan positif atau negatif dengan orang lain. Contoh: kita mengerjap-ngerjapkan mata ketika bertemu dengan idola kita (senang) atau mengernyit (tidak suka).
oKekuatan. Sikap nonverbal digunakan untuk menegaskan dominasi dan menegosiasikan statusnya. Selain itu, ruangan yang kita miliki dan sikap diam kita juga menunjukkan kekuatan.
5.Komunikasi nonverbal merefleksikan nilai-nilai budaya. Sikap-sikap nonverbal tertentu menunjukkan budaya apa yang dianut. Misalnya, muslimah di daerah Arab menggunakan cadar dan tidak mau bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan muhrimnya.
Tipe-tipe Sikap Nonverbal
1.Kinetis (gerak tubuh). Contoh: berbicara dengan wajah yang sumringah.
3.Penampilan fisik. Contoh: orang dengan rambut diwarnai dan di-extension, menunjukkan bahwa orang ini sangat memperhatikan penampilannya.
4.Olfaktori (penciuman). Contoh: pengharum ruangan yang kita pilih agar memberikan efek menenangkan, menunjukkan kepribadian kita.
5.Artefak (objek pribadi). Contoh: wanita berjilbab, menunjukkan bahwa ia seorang muslim.
6.Proxemics dan ruang pribadi. Contoh: kamar pribadi yang tidak boleh dimasuki orang lain.
7.Faktor-faktor Lingkungan. Contoh: kamar tidur yang rapi.
8.Chronemics (bagaimana kita mengerti dan menggunakan waktu untuk mendefinisikan identitas dan interaksi). Contoh: bangun lebih pagi agar bisa berangkat kuliah lebih cepat.
9.Paralanguage(vokal tetapi bukan kata-kata sebenarnya). Contoh: berbisik saat menceritakan suatu hal yang sensitif.
10.Diam. Contoh: saat marah, lebih memilih diam.
Pedoman untuk Komunikasi Nonverbal yang Efektif
a)Monitorlah komunikasi nonverbal Anda. Monitorlah komunikasi nonverbal Anda untuk menunjukkan keterlibatan dan ketertarikan Anda dalam percakapan.
b)Tafsirkan komunikasi nonverbal orang lain dengan sementara.
·Kualifikasi pribadi. Gunakan I-languange, bukan You-language. Misalnya, ketika seseorang memakai parfum dengan aroma menyengat, jangan katakan “ih, parfummu kok baunya gitu sih?”, tetapi katakan “aku sendiri kurang begitu suka dengan aroma ini, aku lebih suka yang aromanya lembut.”..
·Kualifikasi kontekstual. Signifikansi dari komunikasi nonverbal tergantung konteksnya. Komunikasi nonverbal kita merefleksikan aturan-aturan yang kita anut. Misalnya, lebih nyaman berkumpul dengan teman-teman lama.
Oleh Fauziah Listyo Ayunani, dibuat untuk memenuhi tugas individu sosiologi
Dibuat di Jakarta, Oktober 2011
Indonesia adalah negara yang ditempati oleh bermacam-macam etnis. Budayanya begitu beragam, penuh dengan nilai-nilai yang menjadi identitas dan ciri tersendiri bagi budaya ataupun komunitas tersebut. Budaya sendiri adalah cara berpikir, bertindak, dan objek-objek material yang secara bersama membentuk gaya hidup masyarakat.
Pada kasus kali ini, ada 3 budaya yang sangat kontras perbedaannya. Di sini saya akan membandingkan sedikit tentang ketiga budaya yang ada di komunitas tersebut dari berbagai aspek.
Aspek yang Membedakan
Komunitas Pemulung
Komunitas Profesional Muda Perkotaan
Komunitas Nelayan
Tempat tinggal
Biasanya dekat dengan TPA.
Apartemen, kontrakan, kost-kostan.
Rumah-rumah sekitar pantai.
Pakaian
Sangat sederhana, bahkan kadang robek-robek dan lusuh.
Rapi, bermerk, bersih, berdandan modis.
Sederhana.
Makanan
Apa saja yang penting masih layak makan (bahkan terkadang memungut dari TPA). Kurang memperhatikan kesehatan.
Biasanya makan di restoran-restoran mahal, restoran cepat saji, dan makanan enak lainnya. Meskipun begitu mereka sangat memperhatikan kesehatan.
Karena pekerjaan mereka nelayan, tidak jarang mereka mengonsumsi sebagian dari hasil tangkapan mereka.
Lingkungan Kerja
Sekitar TPA, perkampungan atau tempat mana saja di mana mereka bisa mencari dan mengumpulkan sampah yang masih bisa dijual.
Gedung perkantoran dengan fasilitas lengkap, bekerja dibawah tekanan, kompetitif, cepat, dinamis, dan berkembang.
Daerah pantai dan laut tempat mereka mencari nafkah.
Cara berekreasi
Bagi mereka mungkin rekreasi bukanlah hal yang penting, bermain di sekitar tempat tinggal pun cukup.
Clubbing, karaoke, bilyard, shopping, jalan-jalan ke luar kota, dll.
Bermain di sekitar pantai.
Gaya Hidup
Sangat sederhana, bahkan uang yang didapatkan perharinya hanya cukup untuk makan.